Buku ini mengulas kehidupan dan perjalanan Soeharto sebagai tokoh militer dan Presiden Republik Indonesia. Pembahasannya mencakup perjalanan karier, kekuasaan politik, masa pemerintahan Orde Baru, serta berbagai peristiwa dan warisan politik setelah berakhirnya kepemimpinannya.
Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang memesona. Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, …
Buku ini mengulas kehidupan dan perjalanan Sukarno sebagai salah satu tokoh utama dalam sejarah Indonesia. Berasal dari reportase khusus Majalah Tempo, buku membahas pemikiran, perjuangan, kehidupan politik, serta berbagai sisi kehidupan pribadi Sukarno dalam konteks sejarah revolusi Indonesia.
Abstrak: Novel pertama dari Tetralogi Pulau Buru yang mengisahkan Minke, seorang pribumi yang menempuh pendidikan di sekolah HBS pada masa kolonial Hindia Belanda. Cerita menggambarkan kehidupan sosial, pendidikan, ketimpangan kolonial, hubungan antargolongan, serta tumbuhnya kesadaran kebangsaan
Buku ini merupakan karya politik Tan Malaka yang membahas gagasan mengenai pembentukan Republik Indonesia, kondisi sosial-politik Indonesia di bawah kolonialisme, serta program perjuangan menuju kemerdekaan. Edisi kritis 100 tahun ini dilengkapi penerjemahan dan catatan kritis untuk membantu pembaca memahami konteks pemikiran Tan Malaka.
Novel ini mengisahkan Bujang, seorang pemuda yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki hubungan dengan dunia shadow economy. Perjalanan hidupnya membawanya menghadapi berbagai konflik, kehilangan, persahabatan, pengkhianatan, serta pergulatan untuk menemukan jati dirNovel ini mengisahkan Bujang, seorang pemuda yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki hubungan dengan dunia s…
“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka-teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.” - Andy F. Noya, Host acara Kick Andy Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisa…
Novel ini merupakan buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara yang menceritakan perjuangan Alif dalam mengejar cita-cita setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Madani. Alif menghadapi berbagai rintangan dalam pendidikan, kehidupan, persahabatan, dan perjalanan meraih impian. Kisah ini menekankan pentingnya kesabaran, kerja keras, keyakinan, dan keteguhan dalam menghadapi kehidupan.
Novel ini melanjutkan perjalanan hidup Alif setelah menyelesaikan pendidikan dan memasuki kehidupan baru di rantau. Alif menghadapi berbagai tantangan dalam mengejar cita-cita, membangun karier, menemukan cinta, dan menentukan arah hidup. Kisah ini mengangkat tema perjuangan, pendidikan, perantauan, persahabatan, cinta, dan pencarian makna kehidupan.
Ini kisah tentang rumah, tempat yang mengizinkanmu gagal berkali-kali. Di sini kau boleh lelah, kau boleh mengeluh. Di sini pula kau boleh salah, kau boleh marah. Bila perjalananmu sudah terlalu jauh dan melelahkan, pulanglah. Ambil selimut, menangislah. Ambil segelas teh hangat, teguklah. Bila kau sudah cukup kuat, kau boleh berkelana lagi. Dan rumahmu akan selalu setia menunggumu kembali. …